Kepada Siapa Penutur Teks Deskripsi Ini Berbicara? Jawaban Tepat

Pertanyaan: Kepada siapa penutur teks deskripsi “Jelajah Wae Rebo” ini berbicara?

A. Kepada pendengar
B. Kepada pembaca
C. Kepada penonton
D. Kepada wisatawan

Jawaban yang benar adalah B. Kepada pembaca. Teks deskripsi “Jelajah Wae Rebo” merupakan teks tertulis yang tidak menggunakan kata sapaan langsung, sehingga penutur menyampaikan informasinya kepada pembaca — bukan pendengar, penonton, maupun wisatawan secara khusus.

Teks deskripsi Jelajah Wae Rebo tentang desa tradisional di Flores

Mengapa Jawaban “Kepada Pembaca” Tepat

Teks deskripsi adalah jenis teks yang menggambarkan suatu objek — tempat, benda, atau orang — secara rinci agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan objek tersebut. Karena bentuknya tertulis dan dimuat untuk dibaca (bukan diucapkan di panggung atau disiarkan di televisi), maka pihak yang menerima informasi disebut pembaca.

Ciri penting dalam teks “Jelajah Wae Rebo” yang menguatkan jawaban ini: penutur tidak menggunakan kata sapaan seperti “Anda”, “kalian”, atau “Saudara-saudara”. Tidak ada ajakan verbal seperti yang biasa muncul dalam pidato atau presentasi. Teks langsung memaparkan fakta, misalnya “Wae Rebo adalah sebuah desa tradisional di Flores, Nusa Tenggara Timur.” Gaya penyampaian semacam ini khas teks deskripsi yang ditujukan kepada pembaca umum dengan tujuan memberikan informasi objektif.

Mengapa Pilihan Lain Tidak Tepat

A. Kepada pendengar — Istilah “pendengar” merujuk pada pihak yang menerima informasi melalui media lisan, seperti pidato, ceramah, atau siaran radio. Teks deskripsi ini bukan teks lisan; ia ditulis untuk dibaca, bukan didengarkan. Maka “pendengar” tidak sesuai.

C. Kepada penonton — “Penonton” adalah sebutan bagi orang yang menyaksikan pertunjukan, film, atau tayangan visual. Teks ini tidak berbentuk pertunjukan atau tayangan. Pilihan ini kadang menjebak karena teks membahas Wae Rebo yang merupakan destinasi wisata yang sering ditampilkan di televisi, tetapi konteks soal bertanya tentang siapa yang dituju oleh teks tertulis, bukan oleh tayangan tentang Wae Rebo.

D. Kepada wisatawan — Meskipun Wae Rebo adalah objek wisata, teks deskripsi ini bersifat umum dan informatif, bukan brosur atau panduan yang secara khusus ditujukan kepada wisatawan. Tidak ada kalimat ajakan berkunjung atau informasi praktis perjalanan yang menandakan bahwa sasaran pembicara hanya wisatawan. Teks ini bisa dibaca oleh siapa saja — pelajar, peneliti, atau masyarakat umum — sehingga sebutan yang paling tepat tetap “pembaca”.

Di antara pilihan yang salah, pilihan D paling sering membuat siswa keliru karena topik teks memang berkaitan dengan wisata. Kuncinya: soal menanyakan kepada siapa penutur teks berbicara berdasarkan bentuk dan gaya bahasanya, bukan berdasarkan topik yang dibahas.

Mengenal Lebih Dekat Wae Rebo dan Teks Deskripsi Ini

Wae Rebo adalah desa adat yang terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Desa ini terkenal dengan rumah adat berbentuk kerucut bernama mbaru niang dan telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya. Teks “Jelajah Wae Rebo” mendeskripsikan keunikan desa ini secara tertulis, sementara teks pendamping “Jelajah Rasa di Lampung” menggambarkan keragaman kuliner Lampung. Keduanya merupakan contoh teks deskripsi dalam pelajaran Bahasa Indonesia yang sering muncul di tingkat SMP.

Dalam kedua teks tersebut, penutur tidak hadir secara langsung di hadapan audiens. Ia menyampaikan deskripsi melalui tulisan, tanpa interaksi dua arah. Inilah yang membedakan teks deskripsi dari teks pidato atau dialog, dan menjadi dasar menyebut pihak penerima sebagai “pembaca”.

Tips Menjawab Soal “Kepada Siapa Penutur Berbicara”

Perhatikan dua hal sederhana. Pertama, lihat bentuk teksnya: jika tertulis, jawabannya hampir selalu “pembaca”; jika lisan (pidato, ceramah), jawabannya “pendengar”; jika pertunjukan atau tayangan, “penonton”. Kedua, periksa apakah ada kata sapaan khusus yang menunjukkan sasaran spesifik. Jika tidak ada sapaan dan teks bersifat umum, penerima informasi adalah pembaca umum. Jangan terkecoh oleh topik teks — meskipun isinya tentang wisata, bukan berarti ditujukan hanya kepada wisatawan. Fokus pada cara penyampaian, bukan pada isi topik.

Để lại một bình luận

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *