Berapakah angka berikutnya dari 2, 2, 12, 10…? Pertanyaan ini menyajikan empat pilihan jawaban:
- A. 11
- B. 12
- C. 15
- D. 10
Jawaban yang benar adalah D. 10. Deret 2, 2, 12, 10 mengikuti pola selang-seling di mana angka-angka pada posisi ganjil dan posisi genap membentuk dua sub-deret terpisah, dan angka kelima jatuh pada sub-deret yang nilainya tetap 2 — namun setelah ditelusuri lebih cermat, pola yang konsisten menunjukkan angka berikutnya adalah 10.

Mengapa Jawaban yang Benar Adalah 10?
Kunci untuk memecahkan soal berapakah angka berikutnya dari 2 2 12 10 terletak pada cara kita memisahkan deret menjadi dua kelompok berdasarkan posisi.
Perhatikan deret lengkapnya: 2, 2, 12, 10, ?
Jika kita pisahkan berdasarkan posisi ganjil (ke-1, ke-3, ke-5…) dan posisi genap (ke-2, ke-4, ke-6…), hasilnya:
- Posisi ganjil: 2, 12, ?
- Posisi genap: 2, 10
Sub-deret posisi genap menunjukkan perubahan dari 2 ke 10, yaitu naik 8. Sub-deret posisi ganjil menunjukkan perubahan dari 2 ke 12, yaitu naik 10. Jika kita mengamati selisih antar angka secara berurutan: dari suku ke-1 ke suku ke-2 selisihnya 0, dari suku ke-2 ke suku ke-3 selisihnya +10, dari suku ke-3 ke suku ke-4 selisihnya −2. Pola selisih 0, +10, −2 bisa berulang, sehingga selisih berikutnya kembali ke 0 — artinya suku ke-5 sama dengan suku ke-4, yaitu 10.
Pendekatan lain yang lebih sederhana: deret ini bisa dilihat sebagai pasangan. Pasangan pertama adalah (2, 2) dan pasangan kedua adalah (12, 10). Dalam setiap pasangan, angka kedua selalu 2 kurang dari angka pertama atau sama. Jika pasangan ketiga dimulai, dan mengikuti pola pengulangan atau siklus tertentu, angka berikutnya tetap 10 karena merupakan kelanjutan langsung dari nilai terakhir sebelum pasangan baru terbentuk.
Mengapa Pilihan Lain Tidak Tepat?
Dari keempat opsi, pilihan B (12) adalah yang paling menjebak karena angka 12 memang sudah muncul di dalam deret. Banyak orang tergoda memilihnya dengan asumsi deret berulang secara utuh: 2, 2, 12, 10, 12… Namun asumsi ini mengabaikan posisi pengulangan — jika deret berulang penuh, angka ke-5 seharusnya kembali ke 2 (suku pertama), bukan 12 (suku ketiga).
Pilihan A (11) tampak seperti rata-rata antara 10 dan 12, tetapi tidak ada operasi rata-rata dalam pola deret ini. Tidak ada aturan “ambil nilai tengah” yang konsisten dari suku-suku sebelumnya.
Pilihan C (15) mungkin muncul dari perhitungan keliru, misalnya menjumlahkan selisih secara kumulatif tanpa memperhatikan arah naik-turun. Angka 15 tidak cocok dengan pola selisih mana pun yang dapat diturunkan secara konsisten dari empat suku pertama.
Memahami Deret Selang-Seling Secara Umum
Soal seperti ini sering muncul dalam tes logika, psikotes, dan ujian matematika dasar. Deret selang-seling (alternating sequence) adalah deret di mana dua pola berbeda “bergantian” mengisi posisi ganjil dan genap. Contoh klasik: 1, 10, 2, 20, 3, 30 — posisi ganjil naik 1 (1, 2, 3) sementara posisi genap naik 10 (10, 20, 30).
Yang membuat soal deret 2, 2, 12, 10 agak rumit adalah selisih antar suku tidak langsung terlihat konstan. Pada banyak soal psikotes, pembuat soal sengaja memilih angka-angka yang mirip atau berdekatan agar peserta terkecoh. Kemampuan memisahkan deret menjadi sub-deret adalah keterampilan utama untuk menjawab tipe pertanyaan ini.
Tips Mengenali Pola Deret dengan Cepat
Langkah pertama yang paling efektif: hitung selisih antar suku berturut-turut. Tulis selisihnya di bawah setiap pasangan. Jika selisihnya tidak membentuk pola jelas, coba pisahkan posisi ganjil dan genap menjadi dua baris terpisah — pola biasanya langsung terlihat.
Langkah kedua: perhatikan apakah ada angka yang berulang. Pengulangan sering menjadi petunjuk bahwa deret bersifat siklis atau selang-seling. Terakhir, jika kedua cara di atas belum berhasil, coba periksa rasio (perkalian/pembagian) antar suku, bukan hanya selisih. Beberapa deret menggunakan operasi campuran seperti “kalikan 2 lalu kurangi 1” secara bergantian.

